Minggu, 30 Mei 2010

Senandung Metropolitan - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

SENANDUNG METROPOLITAN
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
SENANDUNG METROPOLITAN part 1 :SELAMAT DATANG METROPOLITAN

Perjalanan jauhku berselimut keraguan
merajut keinginan menerabas kepalsuan
mengitari relung-relung gemerlap memabukkan
tertindas dalam hamparan hitam legam.

Masih adakah celah kemurnian hati
tersembunyi sunyi mendekam nyaris mati
mengais hidup terbingkai kepahitan
terpendam di bawah gempita keangkuhan?

Tertatih meregang panas ganas
dibawah hamparan kelabu yang melintang
diantara bisikan semilir hilir si empat
terantuk batuk tertikam udara busuk.

Terlukis kecil kerdil di balik seribu wajah jumawa
tertampar memar deretan aksara cela
merintih perih berkabut dendam kelam
terlempar kapar bermandikan ludah cemooh.

Jakarta, 5 Maret 2010

SENANDUNG METROPOLITAN part 2 : METROPOLITAN

Duduk membisu bertabur udara beku
denting jemari menabur berbunga karya
beriring detak waktu berlalu
berselimut hangat capuccino mocca.

Sekejap derap langkah menyibak jendela
terinjak muak bersua si empat berlari
terpana dalam tanya cuaca berlinang muram
tiada tetes menghunjam basah buana.

Tiada hasrat menarikan telapak
merayap tiada arti terhalang tikus merapat
lari menyepi berhias bayangan penggenggam keangkuhan
sembunyi menepis mimpi rapuhkan hati.

Jakarta, 6 Maret 2010

SENANDUNG METROPOLITAN part 3 : METROPOLITAN WEEKEND

Berpendar kitar gelap berias gemerlap
hutan batu benderang sepanjang malam
si empat melayang terang kencang melintas pekan
hura hurara bersinergi caci caci situasi.

Berat hati pijakkan telapak keriuhan
berpaling sanubari bersua berbusana arogansi
tiada keinginan menyapa pengoyak jiwa
memendam dingin memahat deretan karya.

Jakarta, 6 Maret 2010

SENANDUNG METROPOLITAN part 4 : GEMPITA METROPOLITAN

Kemilau surya menyapa buana glamour
menyapa sua celah jendela
si empat menderu melenggang di hamaparan kelabu
padat merapat menjerit elektrik mencekik relung dengar.

Fajar bertabur hangat menepis cuaca menangis
telapak beranjak merayap seribu langkah
bermandi mentari merias ceria sanubari
menggenggam gempita bias kegembiraan.

Jakarta, 7 Maret 2010

SENANDUNG METROPOLITAN part 5 : GOOD BYE METROPOLITAN

Mega-mega melukis kesedihan
semburatkan hujan menghunjam bumi
membasahi nadi kancah hidup metropolitan
tiada tahu rangkaian situasi terjadi.

Biarkan ku menerabas kesedihan awan
melayang tinggalkan gempita kota
berkalung kerinduan di tanah terjanji
merajut harap lingdunganMu untuk kembali.

Jakarta, 8 Maret 2010

2 komentar: