Tragedi Pompeii
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Siang terik mentari mencium bumi Titus.
Petaka mengintai berjuta insan Pompeii
di hari ke-27 saat Virgo bersinar.
Sekejap di puncak Vesuvius menebar pekat gelap,
menyulap langit hitam membias isyarat bencana.
Bergetar kencang tanah kota metropolitan.
Jerit histeris berunision dalam kekalutan insan.
Hutan batu berguguran terkoyak goyangan bumi,
menindas insan dan satwa memendam di balik puingnya.
Vesuvius yang cantik berganti murka mencabut nyawa.
Bola api berterbangan menghiasi langit,
memanggang insan dalam seribu langkah terkalahkan.
Aroma telur busuk menusuk kantong,
memaksa mual berujung ajal.
Barisan domba berlari menuruni lereng, mengejar, dan menerjang tanpa ampun,
beriring dalam gelombang arus sungai yang menyala,
bersanding batu-batu yang merajam seluruh isi kota berbinar.
Pompeii telah mati terbunuh kemarahan Vesuvius,
sepi tinggalkan berjuta misteri.
Semarang, 26 September 2009
Kamis, 27 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar