Jumat, 28 Mei 2010

Pengecut - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Pengecut
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Desah suaramu menyusup goa telinga seluruh insan,
siar sederet kata umpat melumat hati yang kau benci.
Bercacilah dalam kain kepuasanmu
tiada hari kan terhenti nyanyian dustamu,
memanggang indera dengarku,
menggoyang wahana penatap kiriku,
menghunus di hamparan hatiku.
Engkau bak iblis yang menumpahkan hasrat
memendamku dalam liang kehancuran.
Namun samar tarian raga dan wicara mu
menghias episode demi episode hidupku.
Setan itu terus mengambil seribu langkah dan kedua matanya mengeja kemana dan apa yang kulakukan demi sebuah kebenaran.
Namun kebenaran yang kuungkap lenyap tersapu kedua tangannya.
Gentarmu memuncak ketika bersua ku di hamparan yang berdebu dan gersang.
Keberanianmu hanya bersarang jauh di belakangku.
Hai insan pengecut!!!
Sirnakan semua gentarmu padaku.
Tatap diriku dan ledakan kebencian-amarah dari kawahmu.
Sekejap lega menjelma singkirkan luka hatimu padaku.
Tinggalkan aku bila kau mendobrak deretan kata imbau untukmu.
Biarkan cahaya ketentraman berbinar di hatiku yang sepi sunyi.

Semarang, 15 November 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar