Kamis, 27 Mei 2010

Puisi Untuk Jelita - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

PUISI UNTUK JELITA
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Memendam duka mengais puing-puing yang tersisa.
Menutup keindahan lembaran lama,
terselip nestapa di balik langkah merayap tinggalkan griya tua tercinta.
Membuka lembaran baru berlapis tanya,
bilamana kebahagiaan mengusir lara?
Kala pijakkan telapak di tanah terjanji,
kuterpana menatap Jelita,
pribadi sederhana berhias pesona,
bersua sehari serasa seribu hari yang tak mungkin.
Berbalas kata dalam canda,
terbias cintaku kepadanya.
Perlahan sirnakan bayangan nona
yang berdiam di kaki tanah tertinggi Jawa.
Jelita pelipur lara seluruh dukaku,
menebar spirit menggapai tinggi ke puncak asa.
Jelita,
bukalah sinyal semboyan cinta untukku.
Jangan kau lepaskan rantai kereta cinta.
Kuingin menghela dirimu melintasi hamparan kedamaian
menuju depo singgasana kita berdua.

(dedicated to Galuh, beautiful girl from Kudus)

Semarang, 3 Maret 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar