Rabu, 26 Mei 2010

Puisi & Puasa - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Puisi & Puasa
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Percikan lantunan doa jelang bulan penuh ampunan
seolah menamparku yang tercemar larutan dosa dunia.
Seruan Sang Khaliq menuntunku ke pintu bulan penuh berkah.
Sekejap hatiku berucap,
pantaskah aku memijakkan telapak di dalam rumah yang suci itu?
Perlahan derap langkahku merayap dalam ketakutan dan kepastian.
Mengeja untaian kata imbauNya merapat ke dermaga kekusyukan ibadah.
Memendam api dalam diam sejuta kumandang kata.
Memalingkan rayuan berbisa pengundang petaka dosa.
Bersiram peluh buasnya sengatan sang surya,
tertatih mendulang uang untuk bertahan.
Tak tahu lagi berapa liter tersisa di kantong
untuk bertahan hingga mentari di ufuk barat.
Tak terasa melintas siar firmanNya,
dan malam seribu bulan,
menuju pintu kemenangan yang fitri.

Semarang, 12 September 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar