Kamis, 27 Mei 2010

Opera Cinta Kucing - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Opera Cinta Kucing
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Senja menyapa malam,
seekor kucing putih besar menanti di pintu pagar.
Nyanyian meong nya yang nyaring,
mengalun mengetuk gendang telinga kucing wanita bersampul cokelat.
Kucing perawan itu menyambut dengan senandung meong,
memancarkan pesona terkemas cinta kepada kucing putih.
Berdua merayap di lantai paving untuk bercumbu.
Menikmati belaian asmara serasa menuntaskan bergelas-gelas anggur cinta yang memabukkan.
Malam demi malam melintas,
opera cinta mereka melenggang tak kenal waktu.
Hingga tragedi bertandang mengandang kucing virgin ke rumah baqa.
Kucing putih terus menyanyikan meongnya,
berharap jumpa kekasihnya yang sirna tanpa berita.
Malam demi malam melintas,
kucing putih tertatih-tatih dalam sedih dan tanya,
mencari pujaan hati yang terbujur kaku di liang baqa.

Semarang, 26 September 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar