Puisi & Sepi
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Sepi membingkai di medium singa,
terkubur di bawah gempita kemenangan,
terpendam ditinggalkan pesta kebebasan.
Sepi karena ada yang hilang,
mengembara bak merpati melayang
menghilang tersapu mega di balik sana.
Abaikan untuk menepis lara diri,
ungkap kumandang insan.
Mungkin,
merpati membisu memendam diri
di tengah kancah kegembiraan,
merpati terbang ke negeri terjanji,
atau menyepi berlari dari tamparan angin?
Sekejap sirna mencipta tanya.
Akankah kembali ke singgasana hati?
Semarang, 13 Agustus 2009
Rabu, 26 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar