Melintas Rel Kehidupan
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Hari demi hari
merayap menapak episode berarti.
Kemarahan-iri-dengki merapuh jiwa insani,
kegembiraan hingga cinta memendam luka hati.
Berjalan melintas rel kehidupan
melalui hamparan hitam putih kejadian
berakhir merapat dalam peron pergantian
memahat karya-cita-cinta-doa menerabas pintu kepalsuan.
Semarang, 29 Desember 2009
Minggu, 30 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar