Kamis, 27 Mei 2010

Puisi Untuk Shinta - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Puisi Untuk Shinta
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Dua windu telah melintas.
Menetaskan butir kenangan,
saat lajang muda bersua Shinta,
berparas pinang terbelah
sinden Cianjur penebar goyang.
Tiada harap gelora cinta kendala jauh masa berpijak dunia,
tak akan mampu terhalang istana cinta.
Dua windu telah melintas.
Terpana menatap Shinta,
hingga sepiring nasi cap cay tandas tak terduga.
Lara mengoyak raga,
terpendam di bawah bunga senyumannya.
Tiada nyanyian rintih,
hanya rentetan canda.
Pasrah terbias di hatinya.
Derita datang dan punah,
jiwa bermukim di raga,
bilamana terbang ke pulau baqa,
rahasia illahi yang bertahta.

Semarang, 16 Agustus 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar