Balada Si Tutik
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Bersua juwita dari ranah Vorstelanden
jabat tanya siapa dirinya?
Tutik...
derap langkahmu mengais warta di panas nan terik.
Tiada lelah mengukir di ragamu.
Ku terjerembab dalam khasanah hatimu
sembari ku lantunkan hasrat cintaku untukmu.
Tajam menatapku seolah menetaskan amarah padaku
sejenak termanggu hingga terbuka sinyal semboyan cinta untukku.
Nyanyian kata-kata mu yang terucap
menggenggam jutaan arti bagiku.
Sosok juwita jelita pencipta wacana memantik realita tersemat jiwamu.
Namun,
rentetan caci-caci cingcongmu tiada henti,
letupan amarah untukku yang membuatku semakin terpana padamu.
Biarkan semburat berjuta-juta kalimat marah mendesis dinamis dari kawah bibirmu.
Parasmu adalah samudera kecantikan di balik kemurkaan kecilmu padaku. Sirnakan senyum manis yang mematukku dalam racun kekecewaan.
Biarkan gelegar marahmu lebih merasuk hatiku menyisakan jejak sayangku padamu.
(dedicated to Primastuti)
Semarang, 22 November 2009
Jumat, 28 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar