Puisi & Tangis
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Keceriaan wajahku,
sekejap berganti muram.
Malam itu,
tetes demi tetes air mata,
menyemburat melalui ceruk mata,
diiringi irama sengguk,
dan senandung tangis,
lalu meletus memecah keheningan,
serta kesunyian malam.
Aku menyanyi dan berpuisi dalam tangis,
yang mengejutkan dua anak manusia,
tengah berkarya,
dalam raut muka hampa,
seraya mereka bertanya,
kenapa, dan mengapa,
tentang erupsi tangis,
dari diriku ini.
Aku enggan berkata-kata,
dalam sebab dan akibat,
kupendam dalam bisu,
ke liang lahat hatiku,
tentang sebab dan akibat,
letupan tangis malam itu.
Tangis itu,
perlahan tetapi pasti,
berhenti.
Aku ingat mimpi,
yang kurajut dalam ikhtiar diri.
Ku ingin tegap berdiri,
walau rapuh mengoyak hati,
mengejar mimpi dan prestasi,
di episode hidup ini, esok, lusa, dan nanti.
Biarkan bayangan itu pergi,
menyisakan luka hati,
bila mencengkram dalam diriku ini.
Semarang, 20 Agustus 2008
Rabu, 26 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar