Minang Yang Terkoyak
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Senja menyapa ranah minang
di medium libra yang bercahaya.
Sepekan lebih setelah berpijak kemenangan,
hamparan Padang terkoyak mendobrak.
Barisan hutan bata merapuh tersentak
di atas media yang merekah pecah.
Menyisakan puing yang mencabik nyawa dalam terpendam.
Jerit melengking menyemburatkan intro shimpony tangis
berunision dalam teriakan mengagungkan namaMu.
Wajah tanah Mak Itam merata putih berselimut debu
pasca petaka menyapu sukma seketika.
Tuhan,
mengapa Kau tabuh genderang bencana ke padang Gadang?
HambaMu telah lelah bersimbah darah tertampar prahara.
Itulah gemuruh nyanyian hati derita anak manusia di ladang bencana,
Terjaga tak kuasa pejamkan mata, terbayang mimpi nyata berrias petaka.
Mendamba penuh harap iba belaian pelipur lara,
Melecut spirit tinggalkan kenangan berkawan duka.
(dedicated to victim of earthquake in West Sumatra)
Semarang, 3 Oktober 2009
Kamis, 27 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar