Puisi & Kereta Kebahagiaan
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Gelisah dan senang menyatu dalam adonan jiwaku,
menanti datangnya kereta kebahagiaan,
membawa hura hurara esok hari.
Bila esok terjadi dalam seminggu,
maka letupan emosi akan menghajar gendang telinga yang mendengarnya
berupa tangis, marah, dan curahan hati.
Tiada henti,
hingga anjing-anjing yang mendengar tertunduk lesu,
memahami erupsi hatiku,
dan tuntaskan otoriterisme mereka.
Inilah aku,
pijakkan telapak di bumi,
mendobrak pintu tirani,
melawan arus sungai kepalsuan,
dan menerjang labirin pengekang mimpi.
Aku ingin,
cahaya independenisme,
menerangi ikhtiar diri,
menggapai mimpi.
Semarang, 10 Agustus 2009 @ h-1 usia ke-37
Rabu, 26 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar