Prestasi Berrias Hina
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Tiada kedua mata melihat,
ketika jemariku menarikan karya berjuta makna.
Tiada kedua telinga mendengar nyanyian pujian merasuk hatiku,
kala gelora prestasi kudekap dalam goresan titian karierku.
Sebelah mata dalam bingkai kacamata sinis
berbunga sangka cela untuk deretan karya.
Sembah harta membiaskan pujian bagi insan korban kepalsuan berkarya, terbenam sebagai sebab akibat sebentuk tuntutan kepalsuan dunia.
Hatiku mendobrak namun terhalang dalam dinding tak kasat mata
menekanku dalam aura ketakutan berpadu dengan kemurkaan.
Aku bagai berjalan di rel yang terkemas keraguan dan kepastian.
Akankah berpijak ke peron kebahagiaan dan kesuksesan?
Bila aku berpijak dalam bencana,
ungkap mereka berhiaskan tawa,
bahwa aku terhukum sebagai bunga berontak tuntutan mereka.
Bila aku berpijak dalam bahagia,
ungkap mereka berhiaskan sinis dan canda,
membenamkanku dalam senandung hina yang tiada bertepi.
Semarang, 23 September 2009
Kamis, 27 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar