Untuk Rakyat Belasan Tahun
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Di bawah cahaya purnama
malam kesembilan penuh ampunan,
dua anak manusia lantang melagukan kepedihan,
kemarahan, dan tangisan tanah terjanji ini.
Tersirat dalam fragmen bayangan
di gedung tua kaki bukit.
Sepi tiada mata menatap,
sunyi hanya telinga terbungkam rumpi.
Jemari asyik menari di tombol black berry,
atau menggenggam As biang kemenangan.
Wahai rakyat belasan tahun,
jangan tertawa dan duduk manis di kereta kelas apatis,
dengar dan lihat tanah terjanji ini tengah diinjak-injak kerajaan datuk,
kakek veteran sibuk membelalakan mata kemarahan,
menyatu dalam unision senandung tangis sukma ksatria di alam baqa.
Mari kita berkumpul di kereta nasionalis,
di atas bogi yang meluncur untuk mengantar melawan datuk dan pengikutnya,
menampar muka jumawa membela tanah terjanji ini.
Semarang, 1 September 2009
Rabu, 26 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar