Sepenggal Mimpi Dalam Lara
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Ragaku membentang lemah dalam lara.
Terlelap dalam sunyi senyapnya studio lantai dua.
Sekejap lupakan lara yang mendera,
kala mimpi indah menjelma.
Melayang menerabas kitaran warsa,
suasana yang tak terjamah sebelumnya.
Aku merayap dalam alam penuh tanya.
Bersua Juwita yang membisikkan deretan kata:
Pijakkan telapakmu ke utara,
kan bersua batu tua
sisa Merapi yang murka,
genggam melati yang merana di hamparan lumut batu tua,
singkirkan lara di raga kala putik kumandangkan suara
putri-putri khayangan nan mempesona.
Ku genggam pesan Juwita,
hingga ku bersua batu tua dan melati yang merana.
Kudekap melati diantara dua jari
dan kusematkan di lubang telinga.
Tiada senandung putri-putri khayangan yang ku sapa,
hanya reportoar Air From Orchestral Suite No.3 In D Major
buah karya agung : Johan Sabastian Bach,
yang membawaku dalam dansa mesra
bersama putri-putri khayangan nan jelita.
Kubuka kedua mata ketika sadar merasuk jiwa,
sirnakan mimpi yang melanda.
Semarang, 3 November 2009
Jumat, 28 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar