Fitnah
Oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Memendam dendam menyulam hantam,
menikam dalam cecar siar dan tampar
tiada terlontar untaian kata bijana
menghalau nyanyian silau sang pendusta.
Jiwa teriris sedih pedih bersua fitnah,
menari mencari khilaf insani sesuka hati
mendepak sepak ke jurang menghilang
kukuhkan diri pengganti yang pergi mati.
Tiada kata henti untuk berkarya
Tuhan beserta anak manusia terluka,
mengais hidup di hamparan puing asa
mengukir karir yang terbenam duka.
Semarang, 13 April 2010
Minggu, 30 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar