Puisi Sensitif 1
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Memendam dendam dalam kebisuan
ketika hati terajam murka
saat ditampar nyanyian hina
merapuh memeras tangis jiwa
tiada sua tetes berakhir.
Mendobrak tirani menikam pikiran
menuntaskan episode berselimut gelap
terinjak caci perabukan sanubari
terkoyak diri menorehkan merah telinga
melukis hasrat kebencian tak bertepi.
Semarang, 16 Januari 2010
Minggu, 30 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar