Minggu, 30 Mei 2010

Teriak - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Teriak
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...!!!!!

(terinspirasi "Careful Axe Eugene" nya Pink Floyd dan "Revolution No.9" nya The Beatles)

Semarang, 12 Maret 2010

Senandung Metropolitan - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

SENANDUNG METROPOLITAN
oleh : Nugroho Wahyu Utomo
SENANDUNG METROPOLITAN part 1 :SELAMAT DATANG METROPOLITAN

Perjalanan jauhku berselimut keraguan
merajut keinginan menerabas kepalsuan
mengitari relung-relung gemerlap memabukkan
tertindas dalam hamparan hitam legam.

Masih adakah celah kemurnian hati
tersembunyi sunyi mendekam nyaris mati
mengais hidup terbingkai kepahitan
terpendam di bawah gempita keangkuhan?

Tertatih meregang panas ganas
dibawah hamparan kelabu yang melintang
diantara bisikan semilir hilir si empat
terantuk batuk tertikam udara busuk.

Terlukis kecil kerdil di balik seribu wajah jumawa
tertampar memar deretan aksara cela
merintih perih berkabut dendam kelam
terlempar kapar bermandikan ludah cemooh.

Jakarta, 5 Maret 2010

SENANDUNG METROPOLITAN part 2 : METROPOLITAN

Duduk membisu bertabur udara beku
denting jemari menabur berbunga karya
beriring detak waktu berlalu
berselimut hangat capuccino mocca.

Sekejap derap langkah menyibak jendela
terinjak muak bersua si empat berlari
terpana dalam tanya cuaca berlinang muram
tiada tetes menghunjam basah buana.

Tiada hasrat menarikan telapak
merayap tiada arti terhalang tikus merapat
lari menyepi berhias bayangan penggenggam keangkuhan
sembunyi menepis mimpi rapuhkan hati.

Jakarta, 6 Maret 2010

SENANDUNG METROPOLITAN part 3 : METROPOLITAN WEEKEND

Berpendar kitar gelap berias gemerlap
hutan batu benderang sepanjang malam
si empat melayang terang kencang melintas pekan
hura hurara bersinergi caci caci situasi.

Berat hati pijakkan telapak keriuhan
berpaling sanubari bersua berbusana arogansi
tiada keinginan menyapa pengoyak jiwa
memendam dingin memahat deretan karya.

Jakarta, 6 Maret 2010

SENANDUNG METROPOLITAN part 4 : GEMPITA METROPOLITAN

Kemilau surya menyapa buana glamour
menyapa sua celah jendela
si empat menderu melenggang di hamaparan kelabu
padat merapat menjerit elektrik mencekik relung dengar.

Fajar bertabur hangat menepis cuaca menangis
telapak beranjak merayap seribu langkah
bermandi mentari merias ceria sanubari
menggenggam gempita bias kegembiraan.

Jakarta, 7 Maret 2010

SENANDUNG METROPOLITAN part 5 : GOOD BYE METROPOLITAN

Mega-mega melukis kesedihan
semburatkan hujan menghunjam bumi
membasahi nadi kancah hidup metropolitan
tiada tahu rangkaian situasi terjadi.

Biarkan ku menerabas kesedihan awan
melayang tinggalkan gempita kota
berkalung kerinduan di tanah terjanji
merajut harap lingdunganMu untuk kembali.

Jakarta, 8 Maret 2010

Puisi Angkuh - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Puisi Angkuh
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Tinggalkan lubang berkalung jiwa
meniti mengisi relung hidup bergelora
mengais memeras pikir berlinang harta
menggamit melilit kepalsuan mendaki puncak strata.

Menepis keindahan hidup berselimut nelangsa
menyapu kemurnian hati sang bijana
melukis jumawa merangkai kubur jiwa hina
nyanyikan angkuh melabuh jauh hamparan benua.

Semarang, 2 Maret 2010

Senandung Lara - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Senandung Lara
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Rebah singgah di peraduan
meronta beriring jerit rintih
tiada berdaya merajut karya
terikat lara yang menyiksa.

Menelan butir dan serbuk kepahitan
Menanti tetes peluh melarung derita
mendekap raga dalam kain kehangatan
melukis harap terang menyapu duka.

Semarang, 20 Februari 2010

Pecah - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Pecah
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Ragamu memikat menebar kilat
tersiram cahaya silaukan indra penglihat.
Ratusan gumpalan putih singgahi tubuhmu
tinggalkan dekil sekujurmu.

Semburat tirta membasuhmu
menyapu jejak kerak di hamparan padatmu
melarung buih mengukir semerbak wangi
berselimut kilau membenamkanmu di peraduan.

Tersentak dari mimpi indahmu
terjatuh terantuk datar membatu.
Terbelah pecah beranak butiran tajam
menusuk meracun nyawa penindasnya.

Semarang, 18 Februari 2010

Episode Imlek - oleh : Nugroho Wah yu Utomo

EPISODE IMLEK
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Untaian batang membara
menebar semerbak sambut gempita.
Nyanyian puja kumandang kusyuk
mengukir harap kepada sang Khalik.

Tetes demi tetes mencium buana
tersulap dalam deras basahi dunia
hura hurara meletup seiring suka cita
melukis ucap syukur kepada Yang Kuasa.

Semarang, 14 Februari 2010

Menanti - oleh : Nugroho Wahyu Utomo

MENANTI
oleh : Nugroho Wahyu Utomo

Rindu membatu sanubarimu
tersiram merapuhkan selimut nuranimu.

Membisu dalam dekapan malam
desahmu tersapu bisikan angin menderu
tertindas deras hujan di ujung tahun.

Ku cari cacimu di relung tangisan cuaca
berharap tiada lelap dalam mimpi
namun hanya terjawab sunyi merasuk hati.

Semarang, 27 Desember 2009